Iklan Rokok

11 Juli 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

KAI Daop 8 Surabya Berikan Layanan Kesehatan Gratis Dengan Rail Clinic Di Stasiun Tarik

Sidoarjo – Metrosoerya.net – PT. KAI DAOP 8 Surabaya menyelenggarakan kegiatan Bakti sosial (Baksos) yakni pengobatan gratis di Stasiun Tarik, Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo, Selasa pagi (18/7/2019). Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian atau CSR (Corporate Sosial Resposibility) yang bertujuan memberikan bantuan kesehatan gratis kepada masyarakat yang sulit menjangkau fasilitas pelayanan.

Tempat pengobatan dengan cara menggunakan sarana kereta kesehatan yang berasal dari modifikasi (retrofit) yang diberi nama Rail Clinic generasi ke-4. “Dimana terdapat 4 gerbong, dua gerbong untuk penyuluhan kesehatan, dua lainnya difungsikan untuk perpustakaan (Rail Library) didalamnya berisi beragam buku pengetahuan. dan bisa dimanfaatkan oleh siapa saja yang hadir pada saat itu,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto disela-sela kegiatan di stasiun.

Rail Clinic pertama kali diluncurkan pada tahun 2015, sekaligus dianugerahi rekor MURI sebagai kereta kesehatan pertama di Indonesia. Hingga tahun 2018, PT KAI (Persero) sudah meluncurkan 4 generasi Rail Clinic. Dan di tahun yang sama KAI mengoperasikan Rail Library (Kereta Pustaka). Rail Library ini dilengkapi fasilitas e-library (perpustakaan elektronik) yakni berupa 6 unit monitor layar sentuh dengan database berbagai bacaan, video edukatif, dan lagu anak-anak yang terkoneksi dengan internet.

Suprapto mengatakan, kegiatan dimulai jam 08:00 s/d 14:00 Wib, dan fasilitas kesehatan yang diberikan adalah jenis pelayanan kesehatan primer (tingkat pertama) yaitu pemeriksaan umum, gigi, kesehatan ibu anak, mata, laboratorium sederhana (gula darah, asam urat, dan kolesterol), dan penyuluhan kesehatan, dilanjutkan pembinaan dan sosialisasi (Binsos) terkait kesehatan, keselamatan, dan keamanan perjalanan kereta api oleh petugas dari Unit Kesehatan dan Unit Pengamanan.

“Selain memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, kami juga memberikan alat bantu pengelihatan (kacamata baca) secara gratis untuk 31 orang dengan rincian 23 kacamata untuk SDN 01 Tarik dan 8 kacamata untuk Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah Tarik. Pembagian ini diberikan pada mereka yang sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan 30 orang tenaga medis yakni 3 dokter umum, 1 gigi, 2 orang bidan, 3 tenaga apoteker, 2 orang tenaga laboratorium, dan 19 tenaga perawat. Peserta yang terdaftar pengobatan ini berjumlah 300 orang.

“Kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun. Semoga kegiatan pengobatan gratis ini, memberikan banyak manfaat bagi mereka yang membutuhkan, khususnya warga sekitar jalur kereta api”, jelas Suprapto.

Suprapto juga berharap, kegiatan ini bisa menumbuhkan rasa memliki terhadap transportasi kereta api, dan akhirnya ikut berpartisipasi terhadap keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api, pungkas Suprapto. (yun)

mungkin anda melewatkan