KETUA YAYASAN DWIJENDRA BERHARAP PARADIGMA BARU PASCA PIODALAN 15 TAHUN DI DWIJENDRA
Denpasar – Metrosoerya.net. Mecaru memiliki arti pembersihan. Bersih dari segala perilaku kotor mulai dari pikiran, perkataan dan perbuatan (Tri Kaya Parisudha) . Itu lah beberapa penggalan yang di sitir dari wawancara dengan Ketua Yayasan Dwijendra, Dr I Ketut Wirawan di sela sela kesibukan nya menerima tamu saat Piodalan Padudusan Alit, Mupuk lan Ngenteg Linggih di Pura Mahawidya Dwijendra Denpasar, Minggu(10/11/2019) . Kepada awak media, Ketut Wirawan mengatakan bahwa dengan Piodalan ini Dwijendra di harapkan bisa mengimplementasikan paradigma baru dalam membina generasi muda dalam dunia pendidikan dengan mempriotiskan membenahi mental. Dwijendra di masa kini dan selanjut nya menekan kan hal itu yakni mental ungkap Wirawan.
Pria yang masih aktif sebagai Dosen Hukum di Unud Bali itu bahwa Dwijendra tidak saja memprioritas belajar saja akan tetapi penguatan mental, dengan penguatan tersebut otomatis didikan di Dwijendra tidak lagi mengenal 3 perbuatan yang di sinyalir bisa mengancam mind set generasi muda . Di antara nya kata Wirawan 3 itu adalah tidak bodoh, tidak malas dan tidak sombong.
Hal ini lah yang menjadi prioritas Dwijendra ke depan untuk menghilang sikap dan sifat tersebut pasca Piodalan di geber . Dan hal ini tandas Ketua Yayasan Dwijendra itu berlaku tidak saja kepada Mahasiswa dan Siswa Dwijendra saja, akan tetapi berlaku bagi Guru, dosen dan pegawai Yayasan Dwijendra. Selain itu, Ketut Wirawan juga menyebut jika upacara Piodalan itu untuk mendukung dan mendoakan Pemerintah khusus nya Menteri Pendidikan yang baru . “ dalam Piodalan ini kami juga mendoakan kepada Menteri Pendidikan yang baru agar bisa kerja maksimal untuk memajukan pendidikan di Indonesia “ pungkas nya.(Anwar)

