LI-Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara ikut serta pantau dugaan pungutan di sekolah
Banyuwangi-Metrosoerya.net, Sabtu 27 Juli 2019 Sumbangan pendidikan melalui komite sekolah menjadi pantauan Fikru Lembaga Investigasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara seperti saat kami kunjungan di salah satu Sekolah Negeri di bawah naungan Kementrian Agama di Banyuwangi, kami menyayangkan adanya dugaan pungutan yang di gunakan untuk pembelian tanah karena hal ini bersamaan dengan tahun ajaran baru yang mana banyak biaya-biaya yang di keluarkan walimurid saat ini.“Ujar Fikru”
Salman Kepala Sekolah MTSN 1 Banyuwangi di temui di tempat yang sama menjelaskan bahwa sudah mengajukan proposal yang akan di gunakan untuk pembelian tanah tersebut sebanyak dua kali melalui kemenag Banyuwangi, namun belum atau tidak mendapatkan respon sehingga pihak sekolah, komite dan walimurid mengadakan rapat yang kemudian di sepakati bersama terkait besaran sumbangan dan peruntukannya, bahkan hal ini di awali oleh guru dan komite, saya sendiri juga ikut memberikan sumbangan mas.“Pungkas Salman”
Sementara Agus Binarto pengawas komite sekolah menambahkan bahwa selama pembelian tanah tersebut untuk kebaikan yakni kepentingan siswa dan sekolah, tidak ada masalah yang penting transparan, sedangkan proses penggalian dana sumbangannya ada yang di kasih pemberitahuan secara tertulis kepada walimurid ada juga yang tidak bahkan saya sendiri dan kepala sekolah juga ikut bayar untuk mengawali penggalian dana guna pembelian tanah tersebut yang rencananya di pergunakan untuk perluasan area sekolah dan pondok pesantren yang akan di Hibahkan kepada pemerintah dalam hal ini Kementrian Agama, Imbuhnya. (Yan/Team)

