Iklan Rokok

22 Juni 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Pakde Karwo Raih Dua Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik

Surabaya, (Metrosoerya.net) – Berbagai inovasi pelayanan publik­ yang terus dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dibawah kepemimpinan Gubernur, Dr. H. Soekarwo mendapatkan apresiasi yang tinggi dari pemerintah pusat.

Apresiasi itu ditandai dengan keberhasilan Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim  meraih dua penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional Tahun 2018 yang diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB), Syafruddin di Ballroom Shangrilla Hotel Surabaya, Rabu (19/9) malam.

Kedua penghargaan tersebut adalah untuk inovasi Kabinet Arabika (Kolaborasi Pembinaan ekonomi Terpadu Kopi Arabika) dari Dinas Perkebunan Jatim, dan inovasi SIMPADU-PMI (Sarana Inforasi dan Pelayanan Terpadu Pekerja Migran Indonesia) dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim.

Kabinet Arabika merupakan inovasi untuk mengajak petani di Jatim untuk lebih sejahtera. Konsep dasar dari inovasi Kabinet Arabika ini adalah memberikan nilai tambah kepada petani kopi khususnya arabika, yang peminat dan harga pasar lebih bagus 2.5 kali lipat dibandingkan dengan kopi robusta.

Sedangkan simPADU-PMI merupakan inovasi layanan berbentuk apikasi yang bertujuan untuk menyebarkan dan mendorong peningkatan PMI asal Jatim pada Jabatan Formal. Bagi warga yang ingin menjadi TKI, cukup mendaftar melalui gadget, kemudian  aplikasi ini akan menunjukkan PJTKI resmi yang akan memberangkatkan ke negara tujuan.  Bagi pengguna android, aplikasi ini dapat diunduh di google playstore, dan bagi pengguna iphone, dapat diunduh di  appstore

Selain dua penghargaan TOP 99 tersebut, Pakde Karwo juga menerima dua penghargaan dari MenPAN RB atas inovasi pelayanan publik dari Jatim yang ikut berpartisipasi dalam United Nations Public Service Awards (UNPSA) 2018, yakni penghargaan untuk inovasi MLM Pasung “Cara Cepat Jawa Timur Bebas Pasung” dari RSJ Menur Jatim, untuk kategori Reaching The Poorest And Most Vulnerable Through Inclusive Services and Partnerships.

Kemudian penghargaan untuk inovasi Jalin Matra (Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan” dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Jatim yang terpilih sebagai Finalis UNPSA 2018 kategori Promoting Gender Responsive Public Services to Achieve the SDGs.

Dalam TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun ini, Pemprov Jatim berhasil menjadi yang terbaik dari 2.824 proposal inovasi yang masuk menjadi peserta kompetisi, baik dari kementerian, lembaga, provinsi, BUMN/BUMD lainnya. Keberhasilan Pemprov Jatim juga diikuti 17 inovasi dari pemerintah kabupaten/kota di Jatim yang juga mendapat penghargaan, yakni Kota Surabaya (3 penghargaan), Kab. Lumajang (2 penghargaan), dan masing-masing 1 penghargaan yang diraih oleh Kab. Banyuwangi, Kab. Gresik, Kab. Lamongan, Kab. Madiun, Kab Malang, Kab Mojokerto, Kab. Nganjuk, Kab. Trenggalek, Kab Tulugagung, Kota Madiun, Kota Pasuruan, dan Kota Probolinggo.

Diterimanya penghargaan-penghargaan itu disambut bahagia dan penuh syukur oleh Pakde Karwo. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan buah kerja keras Pemprov Jatim yang terus melakukan inovasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui pelayanan publik yang berkualitas sesuai yang dibutuhkan oleh masyarakat..

“Tugas pemerintah itu diatur oleh UU 23 Tahun 2014 yang mengamanatkan bahwa jalan menuju kesejahteraan rakyat adalah pelayanan publik dengan cara memberdayakan masyarakat. Karena itu, sebagian dari pelayanan publik di Jatim adalah pelayanan yang melibatkan masyarakat, atau citizen charter” katanya.

Menurut gubernur kelahiran Madiun ini, semangat untuk menumbuhkan inovasi pelayanan publik di Jatim telah menjadi kultur, bahkan menjadi kebutuhan . Hal ini dibuktikan pada jumlah penghargaan yang diterima oleh Pemprov Jatim dan Pemkab/kota se-Jatim yang mencapai sekitar 20 % dari total penghargaan.

“Ini sudah menjadi kultur, jadi kita lebih ringan mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar pelayanan publiknya menjadi lebih baik. Dalam konsep perusahaan, ini dinamakan corporate culture” ujarnya.

Ditambahkannya, pelayanan publik yang bagus akan membawa impact yang besar terhadap kesejahteraan masyarakat. Sebab biayanya menjadi rendah, waktunya cepat, dan prosesnya ringkas. Artinya, pelayanan publik merupakan muara terakhir terhadap proses kesejahteraan masyarakat.

“Jadi penghargaan ini sebetulnya merupakan indikator lain sebagai korelasi positif terhadap keseajahteraan masyarakat, semakin banyak yang standarnya bagus, maka proses pelayanan publiknya juga semakin bagus, sehinga kesejahteraannya pun meningkat,” tambahnya.

Dalam sambutannya, MenPan RB, Syafruddin mengatakan, kompetisi inovasi pelayanan publik ini diadakan sejak Tahun 2014. Tujuannya untuk transfer pengetahuan dan pengalaman antar instansi disetiap daerah, dan mencari inovasi lokal dan bersifat instansional yang potensial untuk diterapkan secara nasional.

“Karena itu, inovasi pelayanan publik dan pembentukan mall pelayanan publik harus terus digalakkan untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik. Selamat kepada penerima penghargaan, semoga dapat menambah motivasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat” pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan ini, para Gubernur se-Indonesia, diantaranya, Gubernur Aceh, Gubernur Jateng, Gubernur Kalsel, Gubernur Riau, Gubernur Sulut, dan Gubernur Sulteng,  hadir pula para walikota dan bupati se-Indoenesia, diantaranya walikota Surabaya, Bupati Gresik, Bupati Trenggalek, dan Bupati Sidoarjo. (Rtyn Prima)

mungkin anda melewatkan