Pembangunan TPT Desa Ngampel Di Duga Tidak Sesuai Teknis
Metro Soerya.net Gresik – Proyek pekerjaan pembangunan TPT (Tembok Penahan Tanah ) Desa Ngampel, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik di duga tidak sesuai teknis dan tidak prosedur, serta di sinyalir asal – asalan. Pasalnya dalam pekerjaan tersebut pihak Kecamatan bagian pembangunan tidak pernah ada pemberitahuan, dan tanpa ada papan proyek di lokasi tersebut, padahal pekerjaan itu sudah berjalan 2 minggu, penggalian tanahnya pun juga memakai alat berat.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan terlihat jelas penggunaan pasir urug di taruh atas batu, bukannya murni luluh (campuran semen dan pasir) yang di kasih malah ada campuran dengan pasir urug, sehingga bisa mengurangi kekuatan luluh tersebut karena tidak bersentuhan langsung dengan batu, melainkan bercampur dengan pasir urug.
Menurut keterangan salah satu pekerja di lokasi saat di temui media mengatakan, “campuran semen dan pasir 1 banding 5, ini memang di kasih pasir urug mas untuk pinggiran yang bersentuhan dengan tanah biar lebih kuat, tapi pasir urug nya geser ke tengah-tengah dengan sendirinya, tinggi nya 3,5 meter, lebarnya 1,8 meter yang bawah,”ungkapnya kepada media Selasa (24/11).
Lantas dari tim media datang ke Kantor Desa setempat dan bertemu dengan Ali Mansur selaku Kepala Desa Ngampel.
Ali mansur saat di konfirmasi media tentang pembangunan TPT di kantor desa setempat, Selasa (24/11) mengatakan, “itu bantuan PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) dari Dinas PMD tahun 2020 dana nya 100 juta baru cair 50juta, silahkan apa saja yang mau di tanyakan Swakelola semua tidak ada yang di borongkan sesuai dengan RAB, tinggi sekitar 3 meter, panjang 25 meter, tebal bawah 1,8 meter. Kemarin sudah di survey dari dinas terkait, batu kali nya nggak di pecah – pecah, ya tergantung lihat kondisi nya nanti.”ujarnya.
Ketika dari tim media memperlihatkan video dan menjelaskan beberapa hal tentang pekerjaan tersebut, Kepala Desa mengajak kami langsung ke lokasi pekerjaan proyek.
Kemarin juga sudah di survey dari pihak kecamatan sama Dinas PU biasanya seperti itu.”ucap Ali Mansur.
Di singgung soal papan proyek tidak ada dan untuk penggalian nya menggunakan alat berat,
Ali mansur mengatakan, “biasanya sudah selesai baru di pasang, dan sekarang masih pesan. Ya karena melihat situasi musim hujan di khawatirkan longsor makanya menggunakan alat berat (Ekskavator) dan juga memburu waktu untuk pencairan selanjutnya, dan sudah musdes, kalau dari pihak kecamatan sudah konsultasi 2,3 hari sudah konsultasi terus di bagian kesbang ( Kasi Pembangunan),”kata nya.
Lalu dari tim media juga datang ke Kecamatan Manyar dan bertemu dengan Ahmad Sofyan selaku Kasi Pembangunan. Dan yang membuat tim media ini kaget pengakuan dari pihak Ekbang kecamatan dengan kepala desa ngampel sangat bertolak belakang bahwa dari pihak kecamatan tidak pernah survey terkait pembangunan tersebut.
Ahmad Sofyan saat di konfirmasi media ini mengatakan, “kalau bantuan PAK Desa Ngampel kayaknya nggak dapat mas, kalau memang BK (Bantuan Keuangan) 100juta APBD tahun 2020 itu dapat sudah mengajukan. Kemarin kan gini mas untuk BK sebenarnya lokasinya di sebelah makam akhirnya nggak tau kenapa dari pihak pemdes katanya harus ijin kalau bangun disitu. Akhirnya dari pihak Dinas PUTR bisa dialihkan dan rencananya di alihkan di telaga, trus desa rapat membuat berita acara.” Ujarnya Selasa (24/11).
“Setelah di alihkan pengajuan untuk pencairan, nah pengajuan pencairan tahap pertama sampai saat ini itu belum cair. Ya memang dari pihak kecamatan secara tidak langsung tahu persis dari survey kelayakan saya juga ikut, mungkin kepala desa salah menyebutnya ya termasuk program BK itu mas”.tuturnya.
“Saya terus terang aja pada waktu survey lapangan yang BK itu Dinas PUTR, dan pihak kecamatan belum pernah survey kesana terkait pembangunan yang jenengan (anda) sampaikan tadi, karena ya memang kemarin untuk BK ada peralihan belum turun, nah apakah sudah turun atau tidak dia kan tidak konfirmasi ke kecamatan.”jelasnya. (Sholeh )
(Bersambung)

