Pengerukan Jalan Raya Bakalan – Tarik Banyak Yang Menjadi Korban.
Metro Soerya.net. Sidoarjo – Warning!!! bagi masyarakat yang hendak melewati Jalan Raya Bakalan Balongbendo – Tarik, harus lebih berhati-hati, karena jalan ini sudah banyak memakan korban, pasalnya jalan setelah dikeruk oleh kontraktor dibiarkan begitu saja, sehingga banyak kendaraan yang terperosok kedalam lubang tersebut.
Puncak kekesalan warga sekitar jalan tersebut tidak bisa dibendung lagi, terbukti warga menanami jalan yang berlubang bekas pengerukan dengan pohon pisang dan kayu seadanya untuk tanda peringatan (larangan) agar tidak melewati jalan tersebut. Yang bertujuan supaya jangan sampai terjadi korban yang lebih banyak lagi.
Jalan bekas pengerukan yang lubangnya menganga dan dalam, dibiarkan begitu saja (pembiaraan) ini terbukti tidak adanya rambu maupun tanda peringatan kalau jalan tersebut berbahaya bagi pengendara. Ini yang membuat warga kedua desa yakni Desa Waruberon dan Dusun Girang melakukan penanaman pohon pisang terkait jalan penghubung yang sengaja dikeruk oleh pihak perbaikan jalan. Hal tersebut merupakan bentuk protes warga itu terkait dengan banyaknya korban yang berjatuhan di area tersebut. Jum’at (16/11/2018) sekitar jam 19.30 Wib.
Salah seorang warga Desa Wonokupang Kecamatan Balongbendo yang terperosok dan jatuh ke lubang tersebut yang ikut serta menanam pohon mengatakan. “Kita sengaja mas, menanami pohon pisang supaya pengguna jalan lebih berhati-hati, soalnya ini sudah sering menelan korban, gara-gara lubang ini. Dan luka nya cukup parah, lidahnya juga sobek, selain itu, saya juga pernah terperosok ke lubang ini”. Kata Yudi (27th)
Tirto, salah satu warga Girang juga sangat menyesalkan tindakan pemborong dan dinas terkait dalam perbaikan jalan tersebut. “Iya mas, kejadian orang jatuh di jalan ini bukan sekali saja sering kali. Apalagi waktu hujan turun.” katanya, yang diamini oleh Juwitah warga lainnya kepada awak media.
Menurut Tugi, salah satu keamanan pabrik, juga saksi mata yang dekat dengan lokasi kejadian mengatakan, bahwa sering terjadi kecelakaan orang jatuh di lubang tersebut. Apalagi habis hujan jalanan sangaticin, lubang bekas galian tertutup oleh air hujan ini sangat sangat membahayakan bagi pengendara, katanya.
Masyarakat berharap, pihak PUPR Binamarga harus bertanggung jawab atas kejadian ini, proses perbaikan jalan penghubung ini kesannya sangat lambat sekali. Dinas PUPR harus segera bertindak, jangan sampai ada korban lagi, supaya masyarakat tidak resah. (jun)

