Iklan Rokok

29 Oktober 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Peringati 98 Tahun Indonesia Raya, Kosti Surabaya Teguhkan Semangat Kebangsaan

Oplus_131072

Surabaya | Metro Soerya News.Net – Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Surabaya menghadiri undangan Yayasan WR Supratman dalam kegiatan Meruwat Indonesia Raya untuk memperingati 98 tahun lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026, di Makam WR Supratman, Jalan Kenjeran, Surabaya, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa Wage Rudolf Supratman sekaligus memperkuat semangat nasionalisme, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta melestarikan kebudayaan Indonesia. Sejumlah komunitas dan masyarakat turut hadir dalam rangkaian acara yang mengedepankan nilai sejarah, persatuan, dan keberagaman.

Wakil Ketua Kosti Surabaya, Deddy Himawan, menyampaikan bahwa keikutsertaan Kosti dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya. Menurutnya, kegiatan Kosti tidak hanya berfokus pada aktivitas bersepeda tua, tetapi juga mencakup partisipasi dalam berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan.

“Dalam rangka memperingati Meruwat Indonesia Raya, Kosti Surabaya mendapat undangan dari Yayasan WR Supratman untuk ikut berpartisipasi melestarikan budaya. Jadi, kegiatan Kosti bukan hanya ngontel, tetapi kami juga ingin ikut menjaga kerukunan umat beragama dan mendukung kegiatan kebudayaan seperti ini,” ujar Deddy Himawan.

Ia menambahkan, Kosti Surabaya turut mengajak rekan-rekan dari lingkungan komunitas untuk meramaikan peringatan di makam WR Supratman. Partisipasi tersebut diharapkan dapat memperluas keterlibatan masyarakat dalam menjaga warisan sejarah dan kebudayaan bangsa.

Sementara itu, Mulyo Widodo, S.H., menyampaikan bahwa generasi muda saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan menjaga persatuan serta melestarikan nilai-nilai perjuangan para pendahulu.

“Pemuda-pemudi Surabaya sekarang tidak perlu lagi berjuang dan berperang di medan tempur seperti para pejuang terdahulu. Tugas kita sekarang adalah merawat Indonesia, menjaga persatuan, serta mengenal dan melestarikan lagu Indonesia Raya tiga stanza sebagai bagian dari sejarah perjuangan bangsa,” ungkap Mulyo Widodo.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa lintas iman yang melibatkan perwakilan agama Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat.

Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza serta pembacaan ikrar Sumpah Pemuda oleh siswa-siswi SMK Muhammadiyah Kapasan Surabaya. Momen tersebut mengingatkan kembali pentingnya persatuan dan semangat kebangsaan yang diwariskan para pemuda Indonesia.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Mahmudah dari tim pelaksana Surabaya Digital City. Perwakilan komunitas KPIR, Cak Rokimdakas selaku ketua pelaksana, juga menyampaikan sambutan dalam rangkaian acara tersebut.

Kegiatan kemudian diisi dengan orasi kebudayaan oleh Profesor Siswanto yang mengangkat tema “Narkoba Merusak Kebudayaan dan Peradaban Bangsa”. Tema tersebut menyoroti pentingnya melindungi generasi muda dari bahaya narkoba demi menjaga masa depan dan keberlangsungan peradaban bangsa.

Suasana acara semakin semarak dengan penampilan berbagai kesenian, mulai dari tari-tarian tradisional hingga pertunjukan Vanesa W’Sibling, Ghuzeng, dan Little Miss Tiong Hoa. Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus menjaga keberagaman seni dan tradisi Indonesia.

Menjelang akhir kegiatan, para peserta melaksanakan tabur bunga di makam WR Supratman sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangannya dalam sejarah musik kebangsaan Indonesia. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama.

Melalui kegiatan Meruwat Indonesia Raya, Kosti Surabaya menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui berbagai bentuk partisipasi masyarakat. Semangat kebangsaan tidak hanya diwujudkan melalui peringatan seremonial, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sejarah, penghormatan terhadap keberagaman, dan upaya menjaga persatuan.

Peringatan ini diharapkan menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus menghidupkan semangat Sumpah Pemuda serta menjaga warisan budaya sebagai bagian penting dari identitas bangsa Indonesia. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!