Iklan Rokok

21 Oktober 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Skandal Mega Korupsi Puluhan Miliar di UTM Mencuat, LSM LIRA Kecewa Audiensi dengan Rektorat Berujung Buntu

Bangkalan | Metrosoeryanews.net –Dugaan skandal mega korupsi bernilai puluhan miliar rupiah di lingkungan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mendadak menyeruak dan menjadi sorotan publik. Isu ini mencuat setelah Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) Bangkalan membawa sejumlah dokumen penting terkait pengadaan barang dan jasa yang diduga bermasalah. Rabu (21/10/2026).

Alih-alih mendapat penjelasan, upaya LIRA untuk meminta klarifikasi melalui audiensi resmi dengan pihak rektorat justru berujung kekecewaan mendalam. Perwakilan LIRA mengaku ditelantarkan, tidak kunjung ditemui meski telah menunggu lebih dari satu jam sesuai jadwal yang ditentukan pihak kampus sendiri.

Bupati LIRA Bangkalan, Solihin, menilai sikap rektorat UTM sama sekali tidak mencerminkan keterbukaan sebagai institusi pendidikan tinggi yang seharusnya menjadi contoh transparansi.

“Kami sangat kecewa. Kami sudah dua kali melayangkan surat audiensi, kemudian pihak rektorat sendiri yang meminta penjadwalan pada hari Rabu. Kami datang sesuai jadwal yang ditentukan, tetapi setelah menunggu sekitar satu jam, kami tidak kunjung ditemui. Kalau memang ada persoalan yang perlu dijelaskan, mengapa tidak dihadapi secara terbuka” tegas Solihin dengan nada kecewa.

Menurut Solihin, kedatangan LIRA bukan untuk mencari sensasi atau membuat kegaduhan. Pihaknya datang membawa berkas dan data lengkap yang perlu diklarifikasi, terkait dugaan ketidaksesuaian antara data pengadaan barang dan jasa dengan realisasi di lapangan yang berpotensi merugikan keuangan negara hingga puluhan miliar.

Solihin mempertanyakan komitmen keterbukaan kampus. Jika semua proses pengadaan telah sesuai aturan, seharusnya tidak ada alasan untuk menghindari audiensi.

“Jangan sampai sikap seperti ini justru menimbulkan tanda tanya yang semakin besar di tengah masyarakat. Kalau memang seluruh proses pengadaan sudah berjalan sesuai aturan, seharusnya tidak ada alasan untuk menghindari klarifikasi. Buka datanya, jelaskan mekanismenya, dan jawab apa yang menjadi pertanyaan publik,” tegasnya.

“Kami datang bukan untuk mencari sensasi. Kami membawa berkas dan data yang perlu diklarifikasi. Namun, ketika kami sudah mengikuti prosedur, mengirimkan surat dua kali, dan datang sesuai jadwal yang ditentukan, tetapi tidak kunjung ditemui, tentu kami mempertanyakan komitmen keterbukaan pihak rektorat,” imbuhnya.

Tidak berhenti pada audiensi yang gagal, LSM LIRA memastikan akan mengambil langkah yang lebih keras. Dalam waktu dekat, LIRA akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran sebagai bentuk kontrol sosial dan mendesak agar dugaan skandal mega korupsi ini mendapat perhatian serius.

Selain itu, LIRA juga akan membawa seluruh dokumen dan data temuan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk ditelaah secara objektif dan transparan.

“Kami tidak akan berhenti hanya karena audiensi hari ini tidak terlaksana. Dalam waktu dekat, kami akan menyiapkan aksi demonstrasi sebagai bentuk kontrol sosial. Kami juga akan melaporkan data dan temuan yang kami miliki kepada aparat penegak hukum agar semuanya diperiksa secara objektif dan transparan,” tandas Solihin.

“Ini menyangkut pengelolaan anggaran dan kepentingan publik. Kami ingin semuanya terang benderang. Jika tidak ada pelanggaran, buktikan melalui data dan pemeriksaan yang transparan. Namun, apabila ditemukan unsur korupsi, kami mendesak agar diproses sesuai hukum tanpa pandang bulu,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Rektorat UTM belum memberikan keterangan resmi. Wakil Rektor II UTM, Ari Basuki, yang coba dikonfirmasi media ini terkait alasan tidak ditemuinya peserta audiensi maupun tanggapan substantif atas dugaan korupsi puluhan miliar tersebut, masih bungkam dan belum memberikan respons.

Sikap tertutup rektorat UTM ini pun menyisakan tanda tanya besar dan dinilai telah menutup akses komunikasi serta keterbukaan informasi publik.@Muttakin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!