Tanah Longsor dan bergerak Menutup akses utama jalan Desa Suwidak

METROSOERYA.NET||Banjarnegara Kecamatan wanayasa lagi lagi mendapat musibah tanah longsor dan tanah bergerak.
Jumat pagi tanggal (18-12-2020) sekitar jam 04.05 wib pagi hari, di Dukuh Pramen Desa Bantar yg menghubungkan 2 Kecamatan antara2 kecamatan wanayasa dan kecamatan karangkobar telah terjadi tanah bergerak / longsor sehingga menutup akses jalan utama Desa Suwidak yang mau menuju ke kecamatan karangkobar, perlu perhatian dari berbagai pihak, saat ini sangat memprihatinkan, khususnya bagi para pengungsi warga desa Suwidak, Saat ini warga pengungsi dari yang terkena musibah longsor sangat membutuhkan bantuan. dari semua kalangan baik pemerintah daerah, TNI,POLRI,Ormas, dan kalangan masyarakat bahu membahu untuk meringankan beban tersebut warga desa Suwidak sekitarnya yang terkena dampak dari tanah bergerak / longsor tersebut. Namun pada saat awak media mau mendatangi kelokasi tempat pengungsian ternyata jalan akses yang menuju kesana terputus dikarenakan longsor. Hal ini sangat memprihatinkan bagi warga pengungsi yang berada di desa Suwidak. Pemerintah sudah mengirimkan alat berat untuk membuka akses jalan tersebut namun saat itu operator alat berat belum bisa mengoperasikan alat berat ( buldozer) tersebut dikarenakan tanah di sekitar nya masih bergerak.
Kejadian ini mengundang perhatian banyak kalangan masyarakat Banjarnegara. Kejadian tersebut juga disaksikan banyak kalangan diantaranya dari pemda, jajaran polres, jajaran Kodim 0704, anggota Rapi dan beberapa Ormas lainnya.
awak media juga bertemu anggota BANSER wanayasa sedang membawa bantuan berupa sembako yang akan dibawa ketempat pengungsian. Kami berharap tanah yang menutupi jalan akses ke tempat pengungsian segera dapat dibenahi kembali.
( Jofi /R0m/red)

