Iklan Rokok

10 Juli 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

WABUP : CEGAH KONFLIK SOSIAL SEDINI MUNGKIN

(metrosoerya.net)-Lumajang,  Pilar – pilar kesehjateraan sosial harus kokoh, agar meningkatkan pengabdiannya demi kepentingan masyarakat luas, dalam mencegah konfilk sosial sedini mungkin. Salah satunya dengan menjaga kearifan lokal. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M. Si., saat membuka Serasehan Keserasian Sosial dan Kearifan lokal, di gedung Guru Kab. Lumajang, Kamis (09/05/2019).

Wabup mengungkapkan, bahwa permasalahan kontemporer yang berkembang, adalah potensi konflik sosial, yaitu, melalui gesekan di kalangan masyarakat.

Efek Sosial tersebut sangat komplek, tidak hanya pada dimensi fisik dan psikososial, akan tetapi,chal itu juga dapat meruntuhkan nilai – nilai kesetiakawanan sosial dan kearifan sosial maupun harmoni sosial.

Bunda Indah, mengatakan, bahwa yang sering memicu terjadinya kerawanan sosial di Kab. Lumajang yaitu, diantaranya masalah tambang pasir dan konflik sosial terkait lahan tanah. Bahkan, sampai tindak kriminalitas, seperti maling sapi dan begal.

“Masalah ini memang sering terjadi, apalagi tentang masalah pasir, ini sudah tidak asing lagi, salim kancil itu ya, itu sudah internasional,” katanya.

Ia mengungkapkan, bahwa, segala perselisihan yang terjadi di masyarakat dapat diselesaikan dengan cara mengedepankan nilai – nilai kearifan lokal.

Untuk itu, Bunda Indah berharap, dengan terselenggaranya Serasehan tersebut, dapat mencegah terjadinya konflik sosial di tingkat hulu, sehingga akan terciptanya keserasian sosial yaitu kondisi sosial yang menjamin terciptanya hubungan interaksi sosial atara warga masyarakat, yang dinamis.

“Mudah mudahan kita dapat menghasilkan Solusi, menghasilkan kebijakan – kebijakan hari ini, untuk lumajang lebih baik dan lebih damai ,” Pungkasnya.

Plt. kepala Dinas Sosial Kab. Lumajang, Dra Ninis Legiwinarsi melaporkan, bahwa Serasehan tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan terhadap pilar-pilar kesejahteraan sosial tentang keserasian sosial dan kearifan lokal.

Peserta yang hadir dalam serasehan tersebut kurang lebih 150 orang, terdiri dari pilar pilar kesejahteraan sosial se Kab. Lumajang yaitu, Ketua forum Keserasian sosial, ketua LKSA, ketua karang taruna, PSM dan Tagana.(Sahrul/Team)

mungkin anda melewatkan