Warga Tanam Pohon Pisang di Sepanjang Jalan yang Rusak.
(Metrosoerya.net)Jember,06-November-2019—— Warga Merasa dikibuli,jalan rusak sepanjang 1 km di dusun Jatian Sumber Pinang yang menghubungkan jalan desa ke kota Jember kecamatan Pakusari selama 4 tahun hingga 5 tahun tidak segera dibangun dan diperbaiki oleh pemerintah kabupaten Jember,akhirnya warga menanam pohon pisang di tengah jalan untuk melampiaskan kemarahannya.
Hal itu disampaikan oleh ibu Lia pada wartawan Metro soerya.
Ibu Lia sebagai koordinator aksi, sekaligus pelapor menegaskan,bahwa warga marah karena selama hampir 5 tahun kondisi jalan yang rusak parah tidak mendapat perhatian dari pemerintah,sehingga aksi kami adalah menanami jalan protokol sepanjang 1 km ini terpaksa kami tanami pohon pisang, dengan maksud dan tujuan agar segera dibangun atau diperbaiki,masalahnya sudah banyak berjatuhan korban,tegas ibu Lia yang mengaku sudah kirim WhatsApp pada ketua DPRD komisi C David Handoko Seto.
Wartawan Metro soerya mencoba klarifikasi tentang kebenaran kiriman WhatsApp dari Ibu Lia dengan ketua komisi C David Handoko Seto saat di lokasi.
Beliau membenarkan bahwa pihaknya menerima pesan pendek melalui whatsApp ( WA ) dari salah seorang warga perihal jalan rusak di wilayah Sumber Pinang dan telah banyak memakan korban.
karena sangat urgent nya perihal laporan ini ,maka kami bersama teman-teman komisi C langsung terbang ( istilah, dewan ) ke lokasi dan ternyata memang kondisi jalan ini sudah sedemikian parah dan perlu segera pemerintah mengambil tindakan agar tidak jatuh korban lebih banyak,papar David Handoko Seto ketua komisi C.
Bukan jalan itu saja, jembatan penghubung yang menghubungkan dua desa yakni desa Subo dan Sumber Pinang juga ambrol dan perlu segera diperbaiki.
jika tidak,maka akses jalan yang menghubungkan dua desa tersebut akan putus dan aktivitas warga akan terganggu perekonomiannya.Lebih jauh
David Handoko Seto mengharap kepada PU Bina Marga segera menindak lanjuti dengan membuat usulan kepada pemerintah ,kalau memang ploting APBD 2019 ada,maka akan segera kita lakukan perbaikan ,kalau tidak ada ya mungkin awal 2020,pokoknya akan kita tindak lanjuti atau kita sampaikan masalah ini kepada Bupati Jember, sehingga kekhawatiran masyarakat tidak terjadi lagi dan tidak jatuh korban lagi. memang komisi kami banyak menerima laporan serupa seperti dari kecamatan Mayang, balung, tempurejo.
Balung yang sempat viral, beberapa hari lalu, bahkan pelapornya menjadi tersangka ,dan ini terkesan dipolitisasi.
Semoga saja polisi tidak salah menangani, imbuh ketua komisi C David Handoko Seto .
Sementara wakil ketua komisi C ,Agus khoiron menyayangkan pihak PU yang dihubungi lewat telepon selulernya tidak ada tanggapan ,kita mau ajak mereka turun ke lokasi tapi kayaknya masalah ini belum jadi perhatian dan sengaja mereka membiarkan, tegas wakil ketua komisi C Agus Khoiron pada wartawan Metro soerya.
Pantauan dari wartawan Metro soerya,dari komisi C yang hadir di lokasi selain ketua dan wakil ketua David Handoko Seto dan Agus Khoiron,juga hadir bapak Basuki, ibu Dewi, ibu sus ,dan hadi(Hermanto)

